Cara Merawat Kucing Untuk Pemula (4 Poin Penting)

Cara merawat Kucing –┬áSalah satu jenis hewan yang sangat disukai dan sering menjadi hewan peliharaan adalah kucing. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan membuat banyak orang sangat suka memelihara kucing bahkan menganggapnya sebagai bagian dari anggota keluarga. Namun, memelihara kucing ternyata bisa dibilang gampang-gampang susah loh. Jika kucing tidak dirawat dengan baik, maka kucing peliharaan kita akan terlihat kurus, tidak bersemangat bahkan rentan berpenyakit.

Ada beberapa cara dan aspek yang perlu diperhatikan untuk cara merawat kucing agar kucing dapat tumbuh sehat dan tidak menyebarkan kuman penyakit pada manusia. Apalagi bagi para pemula, pemahaman tentang cara yang benar merawat kucing tentu perlu diperdalam sehingga kucing hidup lebih nyaman dan bisa menjadi sahabat baik manusia. Dalam artikel ini akan dibahas cara-cara merawat kucing khususnya untuk pemula, yang diuraikan dalam empat poin penting dan poin tambahan lainnya.

cara merawat kucing untuk pemula

Cara Merawat Kucing Yang Baik Dan Benar

Pemilihan Makanan dan Mengatur Pola Makan Kucing

Jika kita memelihara kucing, pemberian jenis makanan sangat penting untuk diperhatikan. Asupan nutrisi yang dikonsumsi kucing akan mempengaruhi pertumbuhan otot tubuhnya dan juga kesehatan bulu-bulunya. Karena itu sangat perlu bagi para pecinta kucing terutama yang masih pemula untuk mengetahui bagaimana pemilihan makanan yang tepat untuk kucing dan cara mengatur pola makan kucing kesayangan di rumah. Tujuannya agar kucing peliharaan mendapat nutrisi yang cukup, tumbuh dengan sehat dan semakin lincah.

Dalam memberikan makan kepada kucing, tidak hanya makanan saja yang perlu diperhatikan, namun berbagai aspek lainnya seperti pemilihan alat makan dan kebersihannya juga harus diutamakan. Nah, cara pemilihan makanan dan pola makan kucing berikut ini perlu diperhatikan dan dipenuhi semaksimal mungkin demi pertumbuhan kucing peliharaan di rumah.

  1. Gunakan alat makan yang lebih memudahkan kucing untuk menikmati makanannya. Misalnya, dibandingkan menggunakan piring, lebih baik menggunakan mangkuk sebagai wadah makan kucing. Namun perhatikan pula mangkuk harus disesuaikan dengan jenis makanan dan pilihlah mangkuk yang dangkal. Dasar mangkuk yang dalam dapat menyulitkan kucing menjangkau makanannya dan mengganggu kumisnya yang berfungsi sebagai reseptor alaminya.
  2. Hindari meletakkan wadah makanan di tempat yang ramai atau sering dilalui orang, karena kucing tidak akan dapat menyantap makanannya jika suasana di sekitarnya terlalu ramai. Selain itu jauhkan posisi wadah dari dekat toilet atau tong sampah agar makanannya tidak terkontaminasi bakteri.
  3. Bagi Anda pemula yang belum tahu makanan yang disukai kucing Anda dan masih baru dalam memelihara kucing, cobalah untuk membeli makanan kucing dengan porsi kecil. Jika kucing suka dan tidak terjadi diare pada kucing, maka makanan tersebut bisa terus dilanjutkan. Jika kucing mengalami mencret setelah makan, kemungkinan kucing mengalami alergi atau tidak dapat mencerna makanan tersebut.
  4. Berikan kucing makan 3-4 kali sehari, dengan selingan cemilan sehat di antara waktu makan utamanya. Porsi makanan kucing perlu disesuaikan dengan bobot tubuhnya. Untuk mengetahui porsi yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter hewan. Jika kucing kelebihan berat badan, maka akan sulit untuk mengembalikannya seperti semula. Karena itu perhatikan makanannya jangan sampai berlebihan dalam memberikannya.

[ Baca juga : Daftar harga makanan kucing terbaru sesuai merek ]

Kandang/Rumah Kucing yang Baik

kandang atau rumah kucing yang baik

Selain memperhatikan pola makan dan jenis makanan untuk kucing, para pemilik kucing juga harus memperhatikan kandang yang menjadi tempat tinggal kucing kesayangan kita. Ada beberapa criteria bagaimana kandang atau rumah yang baik dan sesuai dengan kucing kita seperti berikut ini.

  1. Perhatikan bahan dari kandang kucing sebelum membelinya. Pilihlah bahan dari aluminium yang tidak mudah berkarat agar tidak mengganggu kesehatan kucing saat berada di dalamnya. Bahan aluminium juga lebih mudah dibersihkan dan lebih tahan lama.
  2. Jika kandang akan diberikan alas, gunakan alas yang membuat kucing nyaman. Biasanya alas yang baik digunakan adalah yang berbahan plastik karena mudah dibersihkan dan tidak mudah berkarat. Selain itu, pilih alas yang ukurannya lebar namun memiliki celah yang sempit agar kaki atau jari kucing tidak terjepit pda celah alas tersebut.
  3. Sesuaikan ukuran kandang dengan berat dan ukuran tubuh kucing. Hal yang perlu dilakukan sebelum pergi membeli kandang adalah mengukur berapa berat kucing dan panjang tubuhnya. Dengan patokan tersebut Anda dapat mencari kandang yang pas untuk kucing di rumah.

Menjaga Kebersihan Kucing

cara menjaga kebersihan kucing

Dalam memelihara kucing baik kucing berkelas maupun kucing kampung, sangat penting untuk memperhatikan kebersihannya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kucing mengalami penyakit yang berbahaya, dan juga mencegah kucing menjadi sarang mikroorganisme patogen yang dapat menular kepada manusia. Beberapa cara yang perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan kucing yaitu sebagai berikut.

  1. Perhatikan kebersihan kandang kucing, jika kandangnya kotor maka kucing juga akan ikut kotor sehingga mudah terserang penyakit.
  2. Mandikan kucing 2 minggu sekali atau saat kucing sudah berbau tidak sedap, gunakan shampo khusus untuk membersihkan bulunya dari debu, bakteri, jamur, virus dan kutu. Gunakan sampo khusus kucing dengan pH rendah agar bulunya tetap sehat. Sebaiknya gunakan air dingin saat memandikan kucing, karena air hangat dapat merusak bulu dan membuat kulit kucing iritasi.
  3. Perhatikan pula wadah pakan kucing, jangan sampai wadahnya kotor dan menjadi sarang jamur maupun bakteri. Jika pakan yang diberikan basah, sebaiknya segera bersihkan begitu kucing selesai makan. Pemberian pakan kering dapat membantu membersihkan gigi kucing karena butiran makanannya akan menggosok gigi kucing secara tidak langsung.
  4. Sediakan bak pasir sebagai tempat kucing buang air kecil maupun besar, dan bersihkanlah pasir tersebut dari kotoran kucing dua kali sehari setiap pagi dan sore hari.
  5. Sisir bulu kucing secara rutin, agar bulu yang rontok dapat diangkat dan tidak terjilat kucing.
  6. Bersihkan kuku, telinga dan dubur kucing setidaknya tiga hari sekali, untuk menghindari berkembangbiaknya kuman penyebab penyakit pada kucing.

Menjaga Kesehatan Kucing

cara menjaga kesehatan kucing

Setelah kebersihannya benar-benar diperhatikan, maka kesehatan kucing juga perlu diperioritaskan. Tentunya kita harus selalu memperhatikan kesehatan kucing peliharaan agar kucing dapat tumbuh optimal dan lincah untuk menjadi teman penghibur saat kita sedang mengalami depresi. Adapun cara menjaga kesehatan kucing yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut.

  1. Perhatikan pola makan kucing dan penuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Bila perlu berikan makanan yang direkomendasikan oleh dokter hewan atau pilih makanan yang memang berkualitas di petshop langganan Anda. Beri makan secukupnya, karena bisa jadi kucing dapat mengalami obesitas. Tentu saja hal ini tidak baik untuk kesehatannya.
  2. Para pecinta kucing juga harus memperhatikan perkembangannya, jika tiba-tiba kucing memperlihatkan aktivitas harian yang berbeda dari biasa dan perkembangannya mengalami gangguan, sebaiknya segera temukan penyebab dan solusinya.
  3. Penuhi wadah minumnya di kandang agar kucing tidak kehausan dan mengalami dehidrasi.
  4. Kucing harus diberikan vaksinasi sesuai dengan umurnya untuk mencegahnya terkena penyakit.
  5. Bawa ke dokter hewan jika kucing Anda mengalami masalah kesehatan atau diduga mengidap penyakit tertentu.

Baca juga : Macam-macam Penyakit Kucing, Ciri-ciri, & Cara Penangananya

Tips Tambahan Lainnya

Kucing sangat suka menggaruk-garuk benda untuk mengasah kukunya, karena itu sebaiknya sediakan tempat khusus bagi kucing agar dapat mengasah kukunya dengan leluasa tanpa perlu takut merusak perabot di rumah. Tidak ada salahnya untuk mengajak kucing berjalan-jalan agar kucing merasa senang dan terhindar dari stres. Jika kucing menunjukkan gejala gangguan kesehatan seperti BAB yang lembek atau cair, muntah, tidak selera makan dan terlihat lemas sebaiknya segera bawa ke dokter hewan agar dapat segera ditangani.