Wajib Tahu! Macam-Macam Penyakit Kucing Dan Penyebabnya

Macam-Macam Penyakit Kucing¬†–¬†Memelihara kucing bukan hanya memberinya makan dan memandikannya saja, namn juga harus memperhatikan kesehatan kucing yang kita rawat. Sama seperti manusia, kucing pun dapat mengalami berbagai macam penyakit, baik kucing yang mahal seperti Persia dan Anggora, maupun kucing liar atau kucing kampung yang banyak di temukan di lingkungan sekitar rumah. Bagi para pecinta kucing khusunya pemula, sangat penting untuk mengetahui macam-macam penyakit kucing. Dengan begitu bila kucing peliharaan sakit kita bisa bertindak lebih cepat untuk mengatasinya.

Macam-macam Penyakit Kucing dan Penyebabnya

macam-macam penyakit kucing

Kebanyakan penyakit yang terjadi pada kucing disebabkan makanan yang dimakannya, sehingga kita perlu memperhatikan perubahan yang terjadi pada kucing sesering mungkin. Semakin cepat kita melakukan tindakan untuk menanganinya maka semakin cepat pula penyakit tersebut dapat diatasi dan bahkan kucing bisa sembuh lebih cepat. Karena itu, dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai penyakit-penyakit yang sering terjadi pada kucing, dan penyebab munculnya penyakit tersebut.

1. Penyakit Kutuan pada Kucing

Kita tentu sering melihat kucing menggaruk tubuhnya, namun bila hal tersebut sangat sering dilakukan hingga kucing tidak dapat bersantai kemungkinan kucing tersebut memiliki kutu yang menyerang kulitnya. Penyakit kutuan umumnya disebabkan kucing jarang dibersihkan atau tertular dari kucing lainnya. Karena itu jika Anda melihat kucing terus menerus menggaruk, sebaiknya segera periksa apakah pada tubuhnya terdapat kutu atau tidak.

[ Baca juga : Cara menghilangkan Kutu Kucing yang aman ]

Penyakit kutuan tidak boleh diabaikan, karena jika kucing terus menerus menggaruk akan menyebabkan kulitnya teriritasi. Luka pada kulit akan semakin parah ketika kukunya yang mengandung bakteri mengenai kulit yang telah mengalami iritasi. Akibatnya kulit akan semakin teriritasi hingga menimbulkan borok. Untuk mengatasinya, Anda perlu memandikan kucing secara rutin dengan sampo khusus anti kutu. Bila perlu berikan bedak anti gatal agar kulit kucing terasa lebih nyaman.

2. Radang Telinga

Kucing juga bisa mengalami radang telinga atau otitis, baik pada telinga bagian luar maupun dalam. Kondisi tersebut dapat terlihat dari telinga yang terlihat memerah, kotoran telinga banyak, lubang telinga lebih sempit karena terjadi pembengkakan dan pendengaran kucing yang menjadi berkurang. Radang telinga pada kucing bisa jadi disebabkan oleh virus, bakteri, kanker, gangguan hormon, terjadi luka hingga daya tahan tubuh yang lemah.

Jika tidak segera diatasi kucing akan kehilangan pendengarannya dan menimbulkan efek yang lebih serius. Tentunya telinga kucing harus dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sarang bakteri. Jika gejala cukup parah kucing perlu segera di bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

3. Infeksi Saluran Pernapasan

Penyakit infeksi saluran pernapasan dapat terjadi pada semua kucing, namun kucing yang berwajah datar seperti Persia memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalaminya. Penyebab infeksi saluran pernapasan umumnya adalah virus dan bakteri yang mencemari makanan dan air. Kucing yang mengalami penyakit ini akan menunjukkan gejala seperti tidak nafsu makan, napasnya pendek dan cepat, demam, pilek dan hidung selalu kotor.

Infeksi saluran pernapasan harus segera diatasi, karena jika dibiarkan kondisinya akan semakin parah dan kucing kesayangan akan merasa tersiksa. Kita perlu membawa kucing tersebut ke dokter untuk mendapatkan antibiotik dan vaksin agar tidak mudah terinfeksi lagi. Kucing juga perlu dipisahkan dari kucing lain yang mengalami kondisi serupa untuk mencegah terjadinya penularan kembali.

4. Gagal Ginjal

Bahkan kucing pun dapat mengalami gagal ginjal, jika gizi hariannya tidak tercukupi. Kebanyakan kucing yang mengalami gagal ginjal disebabkan kekurangan gizi sehingga ginjal harus bekerja ekstra. Gejalanya mungkin tidak begitu terlihat di awal, namun jika sudah parah kucing akan terlihat lemah, tidak nafsu makan, berat badan menurun, mulut lebih bau, sering buang air kecil, dan selalu merasa haus.

Gagal ginjal dapat membahayakan nyawa kucing karena ginjal memiliki fungsi yang penting untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan menyaring darah. Jika ginjal bermasalah maka keselamatan nyawa kucing pun terancam. Sebaiknya segera bawa kucing ke dokter agar dapat segera ditangani. Pada kasus yang masih ringan mungkin kucing dapat disembuhkan, namun jika sudah parah kucing tidak dapat sembuh total. Penanganan hanya besifat untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi yang semakin memburuk.

5. Infeksi Saluran Kencing

Infeksi saluran kencing juga kerap dialami oleh kucing, dan baik jantan maupun betina memiliki resiko yang sama terkena penyakit tersebut. Infeksi dapat terjadi karena adanya pembentukan endapan yang mengeras di saluran kecingnya sehingga kucing merasakan sakit. Infeksi saluran kencing ini juga bisa disebabkan oleh bakteri dan mineral seperti magnesium yang berlebihan masuk ke dalam tubuh.

Jika kucing mengalami penyakit ini maka kucing akan sangat sering menjilati kemaluannya, mengeluarkan kencing yang mengandung darah, susah kencing, dehidrasi dan lebih sering buang air kecil. Segeralah bawa kucing Anda ke dokter agar dapat segera ditangani sebelum berubah menjadi penyakit berbahaya.

6. Sakit Mata

Siapa sangka ternyata sakit mata pada kucing dapat terjadi, dan umumnya disebabkan oleh bakteri dan virus. Gejala sakit mata kucing dapat terlihat dari matanya yang sering berair seperti keluar air mata dengan cairan yang terkadang lebih kental, mata terlihat sayu, bulu mata selalu basah dan terdapat garis putih atau merah pada kelopak matanya.

Sakit mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus mungkin tidak menjadi kondisi yang serius, namun Anda tentu tidak tega melihat kucing kesanyangan merasa tidak nyaman dengan sakit matanya bukan? Jika kondisi sakit mata yang dialami kucing disebabkan virus Anda cukup menanganinya dengan memberikan obat tetes yang juga dipakai oleh manusia. Namun bila sakit mata tersebut disebabkan oleh bakteri, mungkin kucing perlu dibawa ke dokter untuk mendpaatkan antibiotik.

7. Penyakit Jamuran

Kucing juga bisa terserang jamur pada kulitnya terutama pada bagian tubuh yang tidak tertutup bulu seperti wajah, telinga dan tapak kaki. Jamur-jamur yang menyerang kucing ini dapat menyebabkan rasa gatal yang hebat dan terus menerus menggaruk bagian tubuhnya yang terkena jamur. Kulit dapat mengalami iritasi bahkan menyebar luas ke bagian tubuh lainnya.

Penyebab kucing terinfeksi jamur umumnya dikarenakan kandangnya kotor, karena itu sangat penting bagi kita si pemilik kucing untuk selalu memperhatikan kebersihan kandangnya. Jika kucing memang terinfeksi jamur, kita bisa memberinya salep anti jamur, obat lime sulfur maupun sampo anti jamur secara teratur.

8. Penyakit Cacingan

Kucing sangat rentan mengalami cacingan, terutama jika kucing makan dari sumber lainnya di luar rumah atau sering memakan tikus. Cacingan membuat kucing terlihat kurus karena nutrisi yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya justru diserap oleh cacing parasit. Cacingan lebih sering terjadi pada kucing kampung karena sering mencari makan di mana saja.

Jika dibiarkan kucing dapat mengalami kekurangan gizi, sehingga tubuhnya akan terlihat lemas, sering muntah dan kotorannya terdapat larva cacing yang seperti butiran beras. Pada kondisi yang parah muntah kucing dapat mengandung cacing. Untuk menanganinya segera bawa kucing ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat sekaligus mendapat obat cacing untuk membunuh cacing beserta larvanya di dalam tubuh kucing.

9. Feline Infectious Peritonitis (FIP)

Penyakit ini merupakan radang selaput rongga perut dan dada, yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini biasanya terbagi dalam dua bentuk, yaitu bentuk basah yang melibatkan cairan rongga perut dan bentuk kering yang tidak melibatkan cairan rongga perut.

Kucing yang mengalami penyakit ini akan terlihat lesu, diare, demam, muntah, tidak selera makan, mata berair, bersin terus menerus, badan terlihat kurus dan sebagian kasus dapat menyebabkan kucing mengalami kejang. Penyakit ini sangat berbahaya dan jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Karena itu bila gejala tersebut terlihat pada kucing Anda, segera bawa ke dokter hewan agar dapat segera diobati.

10. Feline Leukimia Virus

Feline leukemia virus juga termasuk penyakit yang berbahaya bagi kucing, karena penyakit yang disebabkan oleh virus ini dapat menyebabkan penyakit kanker maupun penyakit lainnya yang membahayakan nyawa kucing. Biasanya tempat makan, kandang dan air minum untuk kucing kurang bersih sehingga mudah terinfeksi virus. Penyebaran virus bisa melalui kontak dengan air liur, feses, urin dan gigitan kucing yang terinfeksi.

Virus yang menyebabkan penyakit tersebut akan masuk ke tubuh kucing dan menyerang sistem kekebalan tubuh. Akibatnya kucing akan terlihat mudah lelah, demam, sakit kuning, diare, anemia, kejang, lesi kulit, perbedaan pupil pada kedua mata dan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Kucing harus segera di bawa ke dokter agar bisa mendapat pengobatan yang tepat.

11. Feline Immunodeficiency Virus (FIV)

Penyakit ini sama berbahayanya dengan penyakit AIDS yang dialami manusia, karena virus yang menyebabkan penyakit tersebut dapat menular dan menyerang sistem kekebalan tubuh. Kucing yang mengalami penyakit ini akan terlihat kehilangan nafsu makan, diare terus menerus, infeksi pada mulut dan gangguan pernapasan. Penularan penyakit ini dapat melalui gigitan kucing yang terinfeksi dan kucing induk ke janin dalam kandungannya.

Karena sangat menular, sebaiknya kucing yang terinfeksi tidak dibiarkan berkeliaran untuk mencegah penularan kepada kucing yang lain. Untuk mengatasinya, kucing harus dibawa ke dokter untuk mendapat perawatan yang intensif sebelum kucing mengalami gejala yang semakin parah.

12. Penyakit Rabies

Rabies dapat menular dari kucing satu ke kucing lainnya, dan biasanya penularan terjadi lewat gigitan kucing yang terinfeksi. Gejala yang sering muncul yaitu demam, air liur keluar berlebihan, tingkah kucing tidak menentu, agresif, menggigit benda terus menerus, pupil membesar, dan gangguan pola makan. Pada kondisi yang lebih parah kucing dapat mengalami sesak napas, lumpuh bahkan kematian. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin pada kucing. Jika kucing terlanjur terinfeksi, sebaiknya jangan menunda untuk membawanya ke dokter hewan.

Itulah macam-macam penyakit pada kucing yang sering terjadi, dan kita sangat perlu untuk mengetahui gejala dan penyebabnya agar dapat segera bertindak jika kucing mengalami salah satu penyakit di atas. Utamakan kebersihan kucing dan juga benda yang digunakan seperti kandang, tempat makan dan minum serta mainannya. Jangan lupa untuk memberi vaksin pada kucing sesuai dengan umurnya agar kucing kesayangan tidak mudah terinfeksi virus dan bakteri dari penyakit yang berbahaya.