Mengenal Kucing Persia Himalaya

Mengenal Kucing Persia Himalaya – Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan populer populer di sluruh penjuru dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti Persia, Siam, Manx, dan Sphinx.

Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia. Sementara itu, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

kucing persia himalaya

Selain jenis-jenis kucing ras yang telah disebutkan, ada juga kucing ras persia himalaya. Sebenernya apa ciri khas dari kucing persia himalaya ? Plus bagaimana perawatannya ? Apakah butuh perawatan khusus ? Baiklah, kali ini mari kita ulas berbagai hal mengenai kucinng persia himalaya.

Kucing yang termasuk ras ini sebenarnya persia, namun memiliki warna himalayan. Lantas mengapa diberi nama himalaya ? Alasannya tak lain dan tak bukan karena pola bulunya seperti kelinci di himalayan yang berwarna gelap di bagian wajah, kaki, dan ekor.

Kucing Persia Himalaya atau istilah asing kerap menyingkatnya dengan Himmie, sebenarnya merupakan keturunan dari hasil persilangan kucing Siam dan juga kucing Persia hingga mengasilkan warna bulu yang identik sekaligus mata biru yang didapat dari genetik kucing Siam.

[ Baca juga : Mengenal Kucing Maine Coon dan cara merawatnya ]

Sebenarnya, persilangan ini telah berlangsung sedari dulu. Bahkan, banyak peneliti di luar negeri memang sengaja melakukan percobaan dengan mengawinkan kucinh Siap dan kucing Persia seraya mengatur genetik supaya mendapatkan keturunan kucing dengan bulu panjang berwarna gelap di area tertentu sekaligus memiliki mata yang biru.

Kucing Persia Himalaya diketahui mucul pertama kali di Amerika Serikat pada tahun 1927. Kemudian, sebuah data melaporkan bahwa percobaan tersebut pertama kali dilakukan pada tahun 1931 oleh Virginia Cobb dan Clyde Keeler–seorang peneliti dari sekolah kedokteran Harvard. Kucing Persia Himalaya yang diinginkan tersebut kemudia diberi nama Newton’s Debutante. Kemudian, pada tahun 1955, Canadian Ben Borett juga melakukan perkawinan silang kucing yang serupa hingga menghasilkan kucing Persia Himalaya yang memiliki warna mencolok, berbulu panjang, sekaligus bermata biru. Perkawainan silang dua kucing ini kemudian semakin menjamur, khususnya pada tahun 1996.

Kucing Persia Himalaya sedari dulu menjadi perdebatan karena sebagian menganggap bahwa kucing ras Himalaya adalah suatu kelompok tersendiri yang terpisah dari ras persia. Sementara, ada juga pihak lain yang menyangkal hal tersebut yang mana kucing Himalaya masih termasuk ke dalam kelompok kicing ras Persia.

Sebagaimana pada tahun 1957 kelompok pecinta kucing yang dikenal sebagai Cat Fanciers Association (CFA) menentukan bahwa ras Himalaya adalah kelompok kucing tersendiri, bukan bagian dari ras kucing lain. Namun, hampir sekitar 3 dekade kemudian atau tepatnya tahun 1984, pimpinan CFA mengemukakan bahwa terjadi perubahan klasifikasi yang mana Himalaya hanyalah salah satu varian warna dari kucing persia. Hal tersebut juga didukung oleh organisasi lainnya, seperti American Cat Association dan International Cat Association.

Meskipun mereka sepakat bahwa kucing Himalaya termasuk ke dalam ras Persia, namun sekali lagi perbedaan pendapat tetap saja terjadi. Mosalnya pendapat dari American Association of Cat Enthusiasts, the American Cat Fanciers Association, dan the Traditional Cat Association. Menurut tiga organisasi tersebut, ras Himalaya diklasifikasikan secara terpisah dari ras Persia.

Himmie alias kucing Himalaya mungkin memang sudah tidak termasuk dar ras persia. Saat ini, persilangan kucing Persia dan kucing Siam pun sudah tidak dilakukan lagi karena memang populasi kucing Persia Himalaya sudah cukup banyak.Sekarang ini, apapun orang berpendapat mengenai kucing ras Persia Himalaya, hewan ini tetap saja kucing ras yang begitu populer dimana-mana.

Karakteristik kucing Persia Himalaya

  • Panjang : 10-12 inchi
  • Berat : 3,5 – 6 kg
  • Ekspektasi Usia : 10-15 tahun
  • Pola bulu colorpoint yang mana bulu-bulunya secara umum berwarna putih, namun pada aerea kaki, hidung, wajah, dan ekor cenderunh berwarna gelap.
  • Matanya biru

[ Baca juga : Mengenal Kucing Scottish Fold ]

Kucing ini adalah Piaraan yang Menyenangkan

Orang-orang menilai kucing Persia Himalaya sebagai peliharaan yang menyenangkan dan memesona. Itulah mengapa banyak sekali orang yang senang memelihara kucing yang satu ini. Kucing ini pun mampu melekat dan begitu akrab dengan seluruh anggtota keluarga yang memeliharanya. Apalagi memang kucing Persia Himalaya adalah piaraan yang jinak.

Kucing ini serupa dengan ras lainnya, yakni sifatnya manja dan senang dielus oleh pemiliknya. Namun, kucing Persia Himalaya tidaklah haus akan kasing sayang di setiap waktu. Kucing ini juga cukup cerdas hingga mampu menilai mood dan emosi pemiliknya. Selain itu, kucing Persia Himalaya juga senang berinteraksi dengan manusia, sekalipun kucing ini juga sering diam.

Bagaimana Cara Merawat  Kucing Persia Himalaya

Berolahraga dan Bermain

Kebanyakan Kucing Persia Himalaya senang berolahraga dan bermain, misalnya melalukan lempar tangkap. Tak heran kucing ini serupa dengan kucing Manx dan Russian blue. Meskipun begitu, tak berarti kucing Persia Himalaya ini butuh aktivitas fisik yang spesifik. Hanya dengan lompat dan juga berlari, kucing ini sudah merasa senang. Lagipula kucing Persia Himalaya ini memang lebih senang berada di dalam ruangan (in door).

Kebersihan

Memandikan kucing Persia Himalaya merupakan sebuah tantangan karena ia memiliki bulu-bulu yang panjang dan juga cukup lebat. Kucing ini memang setidaknya dimandikan sebanyak 1 bulan sekali, namun setiap hari kucing Persia Himalaya haruslah disisir setiap harinya.

Kotoran kucing Persia Himalaya bisa menempel dimana-mana, termasuk di bulu-bulunya. Oleh karena itu, bersihkanlah kucing ini dari segala kotoran secara rutin supaya si kucing tidak menelan kotoran dan terhindar dari penyakit.

Selain itu, baiknya kucing ini senantiasa disikat giginya menggunakan pasta gigi supaya terhindar dari penyakit gigi dan mulut. Kemudian, matanya juga perlu dibersijan setiap harinya sekaligus mengurus kukunya secara reguler.

Masalah kesehatan

Ada beberapa penyakit yang bisa diderita oleh kucing Peria Himalaya, di antaranya :

  • Mata berair dan juga merah,
  • Masalah mulut dan gigi,
  • Masalah pernapasan,
  • Entropion (kelainan pada lipatan kelopak mata),
  • Atrofi retina,
  • Feline hypersthesia syndrome (gangguan sistem persarafan kucing),
  • Penyakit Ginjal Polikistik, dan
  • Masalah pada kelenjar minya kulit.

Supaya kucing ini semantiasa sehat, maka sebaiknya Anda rutin membawanya ke dokter hewan untuk selalu diperiksa kondisi tubuhnya.

[ Baca juga : Macam-macam penyakit Kucing dan penyebabnya ]

Harga Kucing Persia Himalaya

Di pasaran, kucing Persia Himalaya umumnya dijual dengan kisaran harga 1-5 juta, bergantung dengan spesifikasi kucingnya serta usianya.  Mengenai detail kucing Persia Himalaya, bisa Anda lihat pada tabel di bawah ini.

Jenis Kucing Umur Harga
Anak Kucing Persia Himalaya 3 bulan Rp 300.000 s.d Rp 1.000.000,-
Indukan Kucing Persia Himalaya 1 tahun Rp 1.000.000,-
Kucing Persia Himalaya Asli 3 bulan Rp 1.500.000,- s.d Rp 3.000.000,-
Kucing Persia Berbulu Pendek (short hair) 3 bulan Rp 450.000,- s.d Rp 1.000.000,-
Kucing  Persia Peaknose  Extreme Himalaya 1,5 tahun Rp 2.200.000,-
Kucing Persia Himalaya Flatnose 2,5 bulan Rp 1.000.000,-

Baca juga :

Sekian dulu bahasan kali ini mengenai kucing Persia Himalaya. Semoga artikel ini bermanfaat.